A. Ringkasan BAB IX
A. 1 Pengertian Dosa
Dosa memiliki pengertian dalam delapan kata Ibrani (khatta, ‘awon, shagag, asham, ra, pasya, rasha, taah) dan dalam dua belas kata Yunani (kakos, poneros, asebes, enokhos, hamartia, anomos, parabes, paratopma, adikia). Untuk setiap kata dalam kedua bahasa tersebut masing-masing kata terkandung pengertian yang khas dan berbeda. Secara harfiah, berdasarkan delapan kata Ibrani dan dua belas kata Yunani di atas, dosa diartikan sebagai kegagalan, kekeliruan, atau kesalahan, kejahatan, pelanggaran, tidak mentaati hukum, kelaliman atau ketidakadilan, kebodohan, keadaan tidak beriman dan kesengajaan meninggalkan jalan yang benar. Singkatnya, dosa adalah kejahatan dalam segala bentuknya.
Teologi Kristen memiliki penekanan yang khas dalam memahami hakikat dosa. Teologi Kristen memahami secara lebih dalam dalam bahwa dosa dalam segala bentuknya tertuju kepada Allah (bnd. Mzm. 51:6). Segala bentuk dosa adalah perseteruan terhadap Allah (Rm. 8:7). Dosa memiliki relasi yang kompleks antara pelaku dosa (diri sendiri), obyek dosa (seseorang atau sesuatu), atau Tuhan.
Perbuatan dosa merusak sistem kodrat atau hukum yang Tuhan tentukan, atau pelanggaran terhadap standar-standar yang ditetapkan Allah, atau ketidaksesuaian terhadap hukum moral Allah, baik dalam perbuatan, watak/sifat, atau pun keadaan. Hukum Allah adalah gambaran dari kesempurnaan dan kekudusan-Nya. Artinya hidup manusia yang seharusnya selaras dengan kekudusan, kesempurnaan, dan kemuliaan Allah dinodai oleh perbuatan dosa manusia. Sifat utama dosa terletak pada arahnya yang bertentangan dengan hakikat Allah.
A.2 Asal Mula Dosa Read more »
Popularity: 53% [?