Bendera Setengah Tiang Untuk Pak Harto

Minggu, 27 Januari 2007, Pukul 13.10 WIB, Pak Harto menghembuskan nafas terakhirnya akibat kegagalan multi-organ. Kebenaran berita ini dikonfirmasi setelah Tim Dokter Kepresidenan RI mengadakan konferensi pers bersama perwakilan keluarga Cendana setengah jam kemudian. Sehari sebelum wafat, Pak Harto sebenarnya telah menunjukkan kemajuan yang cukup berarti yaitu dengan respon yang diberikannya kepada dokter berupa anggukan dan gerakan mata mengingat kegagalan multi organ sehari sebelumnya lagi yang dialaminya.

Pro dan Kontra masih mewarnai akhir hidupnya terutama masalah kasus korupsi dan HAM yang masih dipertanyakan kejelasan hukumnya. Beberapa golongan mahasiswa pun berunjuk rasa di bundaran HI, Senin, 28 Januari 2007, menolak penghormatan negara kepada Sang Bapak Pembangunan ini begitu juga dengan sejumlah LSM dan Ormas yang mencoba menyerukan kepada warga agar tak memasang bendera setengah tiang di halaman rumah masing-masing. Sementara banyak pula warga yang memenuhi titik-titik dimana Soeharto di-”pulang”-kan ke rumah duka di Jalan Cendana mulai dari RSPP. Dari rumah duka sampai ke Astana Giribangun. Banyak warga yang datang untuk melihat prosesi pemakaman Sang Jenderal Besar, H.M Soeharto. Beberapa warga yang diwawancarai di sejumlah televisi mengaku sedih karena kehilangan sosok yang karismatik yang pernah membawa Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Beberapa di antara mereka menyatakan bahwa kehidupan mereka jauh lebih baik ketika era Soeharto berjaya. Lain pula dengan yang dialami oleh korban pelanggaran HAM Soeharto. Mereka menolak Soeharto disebut sebagai pahlawan mereka. Mereka menuntut status hukum yang jelas buat Pak Harto dan keluarganya.

Terlepas dari segala kontroversi yang ada, tak dapat dipungkiri bahwa posisi Indonesia sekarang ini tidak terlepas dari buah pekerjaan Soeharto juga beberapa mantan presiden lainnya. Entah itu baik atau buruk kontribusi para pemimpin negara; baik itu Bung Karno, Pak Harto, Pak Habibie, Gus Dur, Bu Mega, SBY, bahkan The Next President. Tetaplah, sebagai warga negara yang baru harus memberikan penghormatan kepada para negarawan tersebut. Kehilangan salah satu dari mereka adalah duka Ibu Pertiwi. Selalu ada hikmah dari setiap kejadian, Selalu ada hikmah dari setiap Rezim. Belajar dari pengalaman adalah guru yang terbaik khususnya buat bangsa Indonesia. Selamat Jalan Pak Harto! Baktimu tidak akan kami lupakan.

Dengan berbesar hati dan penghormatan terakhir dari seorang warga, Bendera Setengah Tiang Untuk Pak Harto. Dimulai 27 Januari 2007 sampai tujuh hari kemudian.

Hanya satu harapan saiia sekarang. The Smiling General might die, but the justice should be enforced!

Popularity: 33% [?

If you liked my post, feel free to subscribe to my rss feeds

2 Comments

  1. oscar
    Posted 31 January 2008 at 5:22 pm | Permalink

    CuriousZone dot|INFO turut berdukacita atas wafatnya The Smiling General, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketegaran.

    [reply this comment]

  2. Posted 1 February 2008 at 12:08 am | Permalink

    Selamat jalan. Semoga amal ibadahnya di terima oleh Tuhan.
    Kibaran bendera setengah tiang menjadi petanda berdukanya negeri ini.

    [reply this comment]

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*