Mirisnya Hati Melihat Dunia Persinetronan Indonesia

Dear Curiouser,
Dari judul di atas sudah ketahuan bahwa saiia tidak suka P dengan apa yang ditawarkan oleh TV-TV Indonesia yaitu sinetron. Menurut Wikipedia Indonesia, sinetron/sinema elektronik adalah sandiwara bersambung yang disiarkan oleh stasiun televisi. Ini artinya ada sejumlah scene yang dipadukan agar cukup enak dilihat mata dari televisi. Dari sisi pengambilan gambar juga terdapat penyesuaian yaitu dengan mengambil angle-angle yang pas dan sedemikian menarik bagi pemirsa televisi yang notabene layarnya kalah jauh dengan layar bioskop.

Jalan cerita yang diangkat, menurut wikipedia, pada umumnya bercerita tentang kehidupan manusia sehari-hari yang diwarnai dengan konflik. Konflik terjadi biasanya karena konflik antar peran. Setiap peran akan digambarkan secara detail sampai setiap karakter dikenal punya suatu ciri khas. Ada yang mengarah protagonis dan ada pula yang mengarah ke peran antagonis. Konflik antar peran terjadi bilamana ada friksi karena perbedaan karakter/sifat yang sangat mencolok. Konflik juga dapat terjadi antara si pelaku dengan lingkungannya baik internal maupun eksternal. Lingkungan internal yang dimaksud adalah konflik batin sedangkan konflik eksternal biasanya karena faktor keadaan misalnya si pelaku dijodohkan dengan orang lain yang tidak dicintainya karena dipaksa orangtuanya menyangkut hubungan/relasi bisnis agar menjadi lebih solid.

Sinetron juga dikenal di negara lain seperti Amerika Serikat dan Australia sebagai Soap Opera dan di negara-negara latin sebagai Telenovela. Beberapa seri Soap Opera/Telenovela dari negara-negara tersebut telah meraih sukses di Indonesia. Contoh untuk Telenovela yang sukses seperti Maria Mercedes, Paula, Betty La Fea, Amigos, Carita de Angela, dll. Contoh untuk Soap Opera (Drama Series) yang sukses seperti Superman, Smallville, Dawson Creek, Friends, Heroes, Renegade, Baywatch, dll. Juga beberapa seri dari Taiwan, Korea Selatan, Jepang, dan Filipina yang pernah menghiasi layar kaca Indonesia. Kesuksesan seri-seri di atas bukan hanya karena aktor-aktornya yang mumpuni baik dalam hal paras maupun akting tetapi juga didukung oleh alur dan plot yang jelas. Bahkan beberapa diantaranya cukup mendidik.

Sangat disayangkan dengan dunia persinetronan Indonesia. Semakin ke sini semakin banyak yang tidak bermutu. Sinetron Indonesia sekarang lebih banyak menjual paras dan adegan-adegan tidak mendidik juga sarat dengan kekerasan baik itu fisik atau mental. Banyak sekali sinetron-sinetron Indonesia yang mengutamakan bagaimana rating selalu tinggi sehingga cerita sinetron-sinetron tersebut selalu diubah menuruti selera pasar. Akibatnya membuat sinetron-sinetron itu kehilangan plot atau tujuan mengapa cerita itu dibuat. Akibat lebih parah lagi sinetron jadi media pembodohan masyarakat karena pada akhirnya demi memuaskan selera pemirsa para produser sinetron / script writer / sutradara rela menambahkan adegan-adegan yang memacu adrenalin pemirsa atau kejadian-kejadian tidak biasa yang seolah-olah dapat dilakukan, padahal kalau dipikir-pikir secara jernih kejadian tersebut sangatlah TIDAK MUNGKIN! Ini bahaya bagi pemirsa Indonesia! Tindakan seperti itu dapat menumpulkan cara berpikir masyarakat dalam mengambil sikap dalam menghadapi suatu masalah. Semakin tidak rasional, lebih agresif, dan tidak realistis. Contoh yang paling nyata, fenomena perceraian dan kekerasan dalam rumah tangga.

Contoh adegan yang membuat saiia semakin kesal dengan dunia persinetronan Indonesia terdapat di adegan sinetron Kasih (ditayangkan di RCTI):
~Saiia tidak menyarankan anda untuk menonton sinetron ini, lebih baik pindah channel atau matikan TV anda lalu tidur (secara udah malem) dari pada anda dibodoh-bodohi oleh sinetron ini, ibu saiia telah menjadi korban.
(Sharman dikerjai oleh Nala, ban mobilnya menusuk ranjau paku/serpihan botol yang disiapkan Nala. Ketika hendak memperbaiki ban mobilnya, Sharman dipukul tengkuknya oleh Nala yang menyebabkan ia pingsan. Nala memang berniat untuk membunuhnya pada hari itu. Nala memasukkan sharman pada jok belakang mobil Sharman, menguncinya, dan membuka tabung gas, serta menyumpal exhaust mobil tersebut. ~Jahat abis!)
(Kasih panik karena Sharman tidak bisa dihubungi, saat itu Kasih juga sedang dalam persembunyiannya dari ancaman Nala. Karena panik mencari Sharman keluar dan langsung ketemu! ~padahal kalo dari gambarnya kayaknya si Sharman udah rada jauhan. Panik pun semakin menjadi karena melihat pintu mobil dikunci, adiknya Nala datang membantu,kemudian kaca mobil dipecahkan dan Sharman dikeluarkan, dan ANEHNYA Sharman langsung segar! Walau bibirnya dibikin pucat. Tapi seperti tidak mengalami apa-apa)
Kasih:”Sharman kamu gak kenapa-napa?”
Sharman:”Gak kok Kasih saya tidak apa-apa”. Sambil dipapah (what the heck ) ?)
Satu komentar saiia, gak pernah belajar Kimia/Biologi apa? Gas hidrokarbon yang ada pada tabung gas akan menggantikan oksigen pada hemoglobin (Hb) dalam darah karena kecenderungannya untuk terikat pada Karbon lebih besar. It takes time to recover. Seharusnya keadaan pingsan terus berlanjut lebih lama sampai udara segar benar mengambil alih kembali dan proses detoksifikasi berjalan lancar. Inilah yang saiia tidak suka. Setidaknya lebih realistis, lah.

Satu hal yang lebih parah adalah kecenderungan kegiatan plagiarism. Sudah pernahkan anda menghitung berapa drama Taiwan/Hongkong, Jepang, dan Korea yang dijiplak (diindonesiakan) oleh beberapa Production House (PH) di Indonesia? Sudah cukup banyak bukan? Ini sangat merusak cerita aslinya di negara bersangkutan.

Tema-tema mistis yang pernah diangkat dan menjadi tren dunia persinetronan adalah hal lain yang membuat saiia benci sama sinetron. Apalagi yang mengatasnamakan agama. Selain tidak bisa diterima secara universal oleh agama-agama di Indonesia. Sinetron-sinetron ini bisa menjadi pukulan-pukulan psikologis bagi penontonnya terutama anak-anak dalam hal keberanian. Dalam Christianity, Takut akan Tuhan adalah hal yang terutama bukan yang lain.

Tetapi bukan berarti Indonesia tidak memiliki sinetron yang bagus. Ada Si Doel anak Sekolahan yang mengangkat kebudayaan Betawi secara baik dan pesannya untuk melestarikan kebudayaan. Keluarga Cemara yang memberi pesan kesederhanaan dan kekeluargaan. Bajaj Bajuri (sebuah sitkom) sebagai contoh miniatur masyarakat Jakarta. Ini tandanya masih ada kesempatan untuk sebuah perbaikan.

Akhir kata, Saiia kembali bermimpi untuk hiburan televisi yang mendidik dan menghibur.
Another Dream Project by CuriousZone dot|INFO

Popularity: 37% [?

If you liked my post, feel free to subscribe to my rss feeds

2 Comments

  1. Posted 7 February 2008 at 12:40 pm | Permalink

    koreksi dikit car, yg bener bukan sinetron, tapi sh*tnetron

    [reply this comment]

  2. adit
    Posted 7 February 2008 at 2:50 pm | Permalink

    gimana sey, cara menghitung rating<<<< apa cih alat yang digunakan, nama nya gitu, dan yang lebih penting cara kerjanya. please…..!!!! byeee

    [reply this comment]

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*